Gerakan Eco Waste Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu di Provinsi Banten
Sumber Gambar : @adpim.dokpim.bantenSERANG – Provinsi Banten menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Setiap hari, Banten menghasilkan sekitar 8.126 ton sampah, namun baru 13,4 persen yang terkelola dengan baik. Sementara itu, sekitar 40,2 persen masih terbuang langsung ke lingkungan melalui pembakaran terbuka dan pembuangan ilegal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan di tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi harus dimulai dari sumbernya. Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten mendukung Gerakan Eco Waste yang diinisiasi Group 1 Kopassus sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah dari hulu.
Gerakan Eco Waste mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari lingkungan terdekat, mulai dari rumah tangga, lingkungan, desa, kelurahan, hingga pasar. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang berakhir di TPA sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten, Wawan Gunawan, mengatakan bahwa pola pengelolaan sampah dengan prinsip kumpulkan, angkut, dan buang perlu mulai ditinggalkan karena terus meningkatkan beban TPA, biaya pengangkutan, serta kebutuhan lahan.
“Angka 8.126 ton per hari harus menjadi alarm bagi kita semua. Ini adalah persoalan kita bersama karena setiap hari kita memproduksi sampah, maka setiap hari pula kita harus ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan.”
Melalui Gerakan Eco Waste, pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam mengubah perilaku masyarakat, meningkatkan edukasi lingkungan, membangun ekonomi sirkular, serta memperkuat kolaborasi berbagai pihak.
Sejumlah praktik pengelolaan sampah juga mulai dikembangkan di tingkat desa, antara lain komposter, biopori, rumah maggot, pekarangan ayam, dan rocket stove. Berbagai inovasi tersebut dapat menjadi solusi sederhana yang diterapkan masyarakat sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lingkungannya.
Pengelolaan dari sumber memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. Sampah yang masuk ke TPA dapat dikurangi, lingkungan menjadi lebih bersih dan terjaga, sementara masyarakat memiliki peluang untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
Gerakan Eco Waste menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Perubahan tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat dilakukan dari kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan sekitar.
Karena sampah yang kita hasilkan setiap hari, tanggung jawab untuk mengelolanya juga harus dimulai dari kita, setiap hari.

