KTH Neglasari Pandeglang Tampilkan Kopi Unggulan pada Pameran Gelar Produk KTH di Manggala Wanabakti

Sumber Gambar :

Kelompok Tani Hutan (KTH) Neglasari, Desa Talagasari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, turut ambil bagian dalam Pameran Gelar Produk Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berlangsung di Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting bagi KTH Neglasari untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan produk unggulan masyarakat yang dikembangkan melalui pemanfaatan potensi sektor kehutanan.

Dalam kegiatan pameran tersebut, KTH Neglasari menampilkan salah satu produk unggulannya berupa kopi hasil produksi masyarakat Desa Talagasari, Kecamatan Saketi. Kopi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari pengelolaan potensi hasil hutan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan. Melalui produk kopi, KTH Neglasari tidak hanya menghasilkan komoditas bernilai ekonomi, tetapi juga membawa nama Kabupaten Pandeglang untuk dikenal lebih luas di tingkat nasional.

Pameran Gelar Produk KTH menjadi ruang strategis bagi kelompok tani hutan untuk memperkenalkan berbagai hasil usaha kepada masyarakat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan. Kehadiran KTH Neglasari dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di tingkat desa memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk berbasis kehutanan yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.

Selain kopi produksi KTH Neglasari, kegiatan tersebut juga menampilkan Gula Semut produksi KTH Mekarasari II dari Desa Munjul, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kehadiran dua produk tersebut memperlihatkan keberagaman potensi masyarakat Kabupaten Pandeglang dalam mengembangkan produk unggulan berbasis sumber daya lokal.

Salah satu momen yang menjadi perhatian dalam kegiatan pameran adalah ketika Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri Kehutanan berkesempatan menikmati kopi yang disajikan oleh KTH Neglasari. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi anggota KTH Neglasari dan masyarakat Desa Talagasari karena produk kopi yang dihasilkan masyarakat lokal Pandeglang dapat hadir dan mendapat apresiasi dalam kegiatan berskala nasional.

Bagi KTH Neglasari, kesempatan tersebut bukan hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan produk kopi, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kerja keras para petani dan masyarakat yang selama ini mengembangkan potensi wilayahnya. Produk yang dihasilkan dari desa dapat menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan baik, memiliki kualitas yang konsisten, serta didukung dengan pemasaran yang semakin luas.

Kegiatan pameran juga memberikan kesempatan bagi KTH Neglasari untuk melihat secara langsung peluang pengembangan produk dan pemasaran di masa mendatang. Interaksi dengan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut dapat membuka ruang untuk membangun jaringan, memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing komoditas hasil masyarakat.

Kopi KTH Neglasari menjadi salah satu contoh bahwa pengelolaan potensi kehutanan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, sektor kehutanan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya, tetapi juga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha produktif.

Keikutsertaan dalam pameran tingkat nasional juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para anggota KTH untuk terus berinovasi. Petani hutan tidak hanya berperan sebagai pengelola lingkungan dan kawasan hutan, tetapi juga dapat menjadi pelaku usaha yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi dan memiliki identitas daerah.

Bagi Kabupaten Pandeglang, tampilnya produk KTH Neglasari dan KTH Mekarasari II menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada khalayak yang lebih luas. Produk-produk tersebut membawa cerita mengenai masyarakat desa, kerja keras petani, pemanfaatan potensi alam secara bijaksana, serta harapan untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Pameran Gelar Produk KTH di Manggala Wanabakti juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi antara masyarakat, kelompok tani hutan, pemerintah, dan berbagai pihak terkait. Dukungan terhadap pengembangan produk lokal diperlukan agar hasil usaha masyarakat dapat terus berkembang, baik dari sisi kualitas, kemasan, promosi, maupun pemasaran.

Ke depan, KTH Neglasari diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan sekaligus memperkuat identitas produknya sebagai kopi dari Desa Talagasari, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Dengan pengembangan yang konsisten, produk tersebut berpeluang menjadi salah satu komoditas unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Pandeglang ke pasar yang lebih luas.

Lebih jauh, keberhasilan KTH dalam mengembangkan produk unggulan dapat menjadi inspirasi bagi kelompok masyarakat lainnya untuk memanfaatkan potensi lokal secara produktif. Pengelolaan hasil hutan yang dilakukan secara bertanggung jawab dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keikutsertaan KTH Neglasari dalam Pameran Gelar Produk KTH di Manggala Wanabakti menjadi bukti bahwa produk masyarakat dari wilayah pedesaan mampu tampil di tingkat nasional. Kopi yang dihasilkan KTH Neglasari bukan sekadar produk perdagangan, tetapi juga menjadi representasi semangat masyarakat Desa Talagasari dalam mengembangkan potensi lokal dan membangun ekonomi yang berbasis pada sumber daya masyarakat.

Dengan adanya momentum tersebut, diharapkan promosi produk KTH Neglasari semakin luas, peluang pemasaran semakin terbuka, dan semangat para petani hutan semakin meningkat. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak juga menjadi bagian penting agar usaha KTH dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

KTH Neglasari Talagasari, Saketi, Pandeglang terus membawa semangat bahwa hutan dan potensi alam dapat dikelola secara bijak untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari desa, produk lokal dapat tumbuh dan dikenal lebih luas. Dari tangan para petani, potensi kehutanan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Dan melalui kerja bersama, pengelolaan hutan dapat menjadi salah satu jalan menuju kesejahteraan masyarakat serta kemajuan ekonomi lokal.

KTH Neglasari Talagasari, Saketi, Pandeglang — dari hutan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi lokal.

 


Share this Post