DLHK Provinsi Banten Bersama Komisi II DPRD Banten Perkuat Kelembagaan Kelompok Tani Hutan di Pandeglang

Sumber Gambar : AdminDlhk

Pandeglang, 13 Oktober 2026 — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten melalui Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, serta Pemberdayaan Masyarakat (PDAS KSDAEPM) melaksanakan kegiatan Penguatan dan Pendampingan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tahun 2026. Kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Komisi II DPRD Provinsi Banten, bertempat di Sekretariat KTH Kadugemblo III, Desa Kadugemblo, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan ini diikuti oleh dua kelompok tani, yaitu KTH Kadugemblo I yang diketuai oleh Bapak Toton dan KTH Kadugemblo III yang diketuai oleh Bapak M. Teguh Arrosid. Turut hadir Kepala Desa Kadugemblo, perwakilan DLHK Provinsi Banten, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pandeglang–Serang–Cilegon, serta perwakilan Komisi II DPRD Provinsi Banten.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang PDAS KSDAEPM, Bapak Adib Solihin. Dalam pelaksanaannya, Bapak Hadi Mawardi dari Komisi II DPRD Provinsi Banten hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan dan berbagi perspektif terkait pengembangan kelembagaan kelompok tani serta pemberdayaan masyarakat.

Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas kelembagaan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, DLHK Provinsi Banten, Cabang Dinas Kehutanan, dan DPRD Provinsi Banten dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam serta pengembangan usaha kelompok tani secara berkelanjutan.

KTH Kadugemblo III, Inspirasi bagi Petani di Provinsi Banten

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah berbagi pengalaman dari Ketua KTH Kadugemblo III, Bapak M. Teguh Arrosid, mengenai keberhasilan kelompoknya dalam mengembangkan usaha budidaya bunga telang. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kelompok tani memiliki potensi besar untuk berkembang melalui pengelolaan usaha yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Prestasi KTH Kadugemblo III semakin membanggakan dengan terpilihnya kelompok tersebut sebagai lokasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Selain itu, Ketua KTH Kadugemblo III, M. Teguh Arrosid, berhasil meraih predikat petani terbaik tingkat Provinsi Banten.

Pencapaian tersebut menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya, khususnya generasi muda, untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi pertanian serta kehutanan di wilayahnya. Pada usia yang relatif muda, yakni 22 tahun, M. Teguh Arrosid telah menunjukkan bahwa semangat, kreativitas, dan kerja keras dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penyerahan Bantuan Bibit untuk Mendukung Penghijauan dan Produktivitas

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan kelompok tani dan upaya penghijauan, DLHK Provinsi Banten berkolaborasi dengan Komisi II DPRD Provinsi Banten dalam memberikan bantuan bibit tanaman kepada KTH Kadugemblo I dan KTH Kadugemblo III.

Bantuan bibit yang diserahkan secara simbolis dalam kegiatan tersebut meliputi:

·         170 bibit sukun

·         170 bibit alpukat

·         170 bibit petai

Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas lahan, mengembangkan potensi usaha berbasis tanaman, serta mendukung pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Pendampingan Berkelanjutan

Pada akhir kegiatan, seluruh pihak yang hadir sepakat untuk terus memperkuat sinergi dan mendorong keberlanjutan program penguatan kelembagaan KTH. Salah satu upaya yang disepakati adalah pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) secara berkelanjutan guna memantau perkembangan kelompok tani, pemanfaatan bantuan bibit, serta kemajuan usaha yang dikembangkan.

Melalui kegiatan ini, DLHK Provinsi Banten berharap kelembagaan Kelompok Tani Hutan semakin kuat, mandiri, dan produktif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong pengelolaan lingkungan yang lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Kegiatan Penguatan dan Pendampingan Kelembagaan KTH Tahun 2026 menjadi wujud komitmen bersama bahwa keberhasilan pembangunan kehutanan dan pelestarian lingkungan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, pendampingan yang berkesinambungan, serta kerja sama yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

 

 


Share this Post