51 Sekolah di Provinsi Banten Mendapatkan Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional Tahun 2024

Sumber Gambar :

51 Sekolah di Provinsi Banten Mendapatkan Penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional Tahun 2024

Sebanyak 51 sekolah di Banten meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional tahun 2024. Berdasarkan surat dari Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, sebanyak 512 Sekolah Adiwiyata Nasional dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1233 tahun 2024 dan 208 Sekolah Adiwiyata Mandiri dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1232 Tahun 2024.

Pemberian penghargaan dilaksanakan di Auditorium Dr. Ir. Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (2/10/2024). Penghargaan Adiwiyata merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan dan komitmen dalam upaya berkelanjutan sekolah untuk mewujudkan penerapan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBHLS). Hal ini juga menunjukkan bahwa gerakan PBLHS semakin meluas dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Penilaian calon sekolah Adiwiyata Mandiri dan Nasional tahun 2024 diikuti oleh 1.028 sekolah se Indonesia, Setelah dilakukan seleksi administrasi, penilaian dokumen, dan verifikasi lapangan, ditetapkan Sekolah Adiwiyata Mandiri sebanyak 208 sekolah dari 22 provinsi dan Sekolah Adiwiyata Nasional sebanyak 512 sekolah dari 31 provinsi. Dari 51 sekolah di Banten yang meraih penghargaan, 38 sekolah di antaranya raih Penghargaan Adiwiyata Nasional dan 13 sekolah lainnya raih Adiwiyata Mandiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Wawan Gunawan mengatakan, salah satu program DLHK adalah membina dan membimbing sekolah dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup di sekolah dengan baik. Hal ini dilakukan dengan integrasi kurikulum dan pembiasaan Penerapan Prilaku Ramah Lingkungan Hidup di Sekolah (PRLH). Ada 6 (enam) aspek yg diajarkan dan dibiasakan diterapkan oleh warga sekolah, yaitu : Menjaga kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah, menanam dan memelihara pohon, melakukan konservasi air, melakukan konsevasi energi dan inovasi sekolah terkait PRLH.

Masalah pengelolaan  sampah dan penanaman pohon menjadi aspek yg paling ditekankan, agar  lingkungannya bersih dan udaranya segar dan sehat

Tidak semua sekolah punya kreatifitas dan kemapuan menggerakkan warga sekolahnya sampai ke sana kan, kata dia, di tengah tantangan pengelolaan lingkungan hidup yang semakin kompleks, pendidikan lingkungan di sekolah memiliki peran yang sangat penting. Pendidikan lingkungan tidak hanya sebatas memberikan pengetahuan tentang isu-isu lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, sikap peduli, dan keterampilan serta perilaku yang merupakan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Mengutip pernyataan Wakil Menteri KLHK Alue Dohong, Kadis Wawan mengatakan, dengan membekali siswa pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan, maka dapat menciptakan kader adiwiyata yang akan menjadi agen perubahan untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peranan penting dalam merubah perilaku, membentuk karakter, dan menciptakan generasi penerus bangsa yang peduli akan lingkungan hidup. Ia menjelaskan pendidikan lingkungan dapat berupa proses yang berkelanjutan dan sangat penting untuk masa depan  bumi kita,"Semakin dini kita mulai menanamkan kesadaran akan pentingnya lingkungan, semakin besar peluang kita untuk menciptakan dunia yang lebih baik, serta lingkungan yang lestari dan berkelanjutan,” ujarnya. (adv)


Share this Post