Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan melalui Agroforestry di Kabupaten Lebak, Selasa 14 April 2026.
Sumber Gambar :Lebak – Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sumber daya hutan, telah dilaksanakan kegiatan Penguatan dan Pendampingan Kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis agroforestry di wilayah Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat peran Kelompok Tani Hutan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat terkait sistem agroforestry sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan produktivitas lahan tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Tani Hutan dan masyarakat sekitar diberikan materi terkait penguatan kelembagaan kelompok, prinsip-prinsip agroforestry, serta peluang pengembangan usaha berbasis hasil hutan. Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan peserta untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap implementasi agroforestry, dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) kepada Kelompok Tani Hutan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan usaha agroforestry yang produktif dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi kegiatan. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran yang semakin meningkat terhadap pentingnya pengelolaan hutan yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan fungsi ekologis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Kelompok Tani Hutan di wilayah Kecamatan Sajira dapat semakin kuat secara kelembagaan, serta mampu mengembangkan pola usaha berbasis agroforestry secara mandiri dan berkelanjutan.
Ke depan, kegiatan pendampingan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan implementasi agroforestry berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.




