Inovasi Pengelolaan Sampah Oleh DLHK Provinsi Banten
Sumber Gambar :Issu sampah telah menjadi perbincangan dunia, karena keberadaan nya yg semakin hari semakin menghawatirkan. Terlebih upaya penanganannya sampai saat ini masih belum menunjukkan hasil yg optimal. Di Banten, dari 8.126 ton/hari sampah yg terkelola baru 13,4% nya saja, selebihnya masih terbuang ke lingkungan.
Sementara target RPJMN tahun 2025 ini 51% harus sudah terkelola, menuju tahun 2029 yg menargetkan 100% pengelolaan sampah.
Untuk itu diperlukan kerjasama dari semua pihak utk menangani sampah ini langsung dr sumbernya. Sehingga bisa memangkas kegiatan pengangkutan sampah ke TPS/TPA dan meminimalisir sampah yang di buang ke TPA tersebut.
Ini adalah salah satu upaya untuk mengubah paradigma kita dalam memandang sampah, sebagai sumber daya terbarukan, bukan hanya menjadi sesuatu yg tidak berguna.
Hal ini bisa kita lakukan dengan gerakan pilah sampah, yaitu memisahkan sampah yg bisa dimanfaatkan (organik dan anorganik) dengan residunya. Sampah organik bisa kita manfaatkan untuk membuat kompos, biopori, pupuk/pestisida, eco enzyme, dan pakan ternak. Yang kemudian dapat menunjang upaya ketahuan pangan keluarga. Sedangkan sampah anorganik bisa kita dimanfaatkan dg gerakan shodaqoh/tabungan sampah maupun daur ulang yang dapat meningkatkan sirkular ekonomi masyarakat.
Setiap sumber sampah : perumahan, kawasan industri, perkantoran, lokasi pendidikan bisa melakukannya. Sehingga pada akhirnya residu yg di buang ke TPA menjadi sedikit.
Sampahku, tanggungjawabku... !!
Â