• Tuesday, 21 November 2017
  • FINALISASI PERINGKAT PROPER 2015-2016


    Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) merupakan merupakan kegiatan pengawasan dan program pemberian insentif dan/atau disinsentif kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan berupa penghargaan. ujuan : mendorong perusahaan taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellency) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, dengan jalan penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi sumberdaya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

    Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan yang disingkat PROPER telah berumur dua dekade atau 20 tahun sejak dicetuskan oleh Nabiel Makarim pada tahun 2014. Sebagai catatan PROPER tidak dilaksanakan antara tahun 1998-2002 karena adanya krisis moneter dan perubahan struktur KLH. Banyak kisah yang bisa diceritakan mengenai program unggulan kementerian lingkungan dan kehutanan ini seperti sejarah, keberhasilan, tantangan dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang mengiringi perjalanannya. Tulisan ini lebih difokuskan pada beberapa keberhasilan PROPER dalam pengelolaan lingkungan hidup.

    Sejak tahun 2008, kriteria PROPER berkembang ke arah upaya untuk mendorong efisiensi pemanfaatan sumberdaya. Kriteria yang awalnya terbatas pada ketaatan air, berkembang menjadi ketaatan dokumen lingkungan, air, udara, pengelolaan limbah B3, dan kerusakan lahan. Sampai kini kurang lebih 46 peraturan diintegrasikan dalam kriteria penilaian. Sedangkan untuk Peringkat Hijau dan Emas kriteria penilaian telah berkembang menjadi 9 area penilaian, yaitu dokumen Ringkasan Pengelolaan Lingkungan, Sistem Manajemen Lingkungan, Efisiensi energi, Penurunan emisi dan gas rumah kaca, pemantauan emisi kendaraan bermotor, Efisiensi dan konservasi pemakaian air, 3 R limbah B3, 3R limbah padat non B3, Perlindungan keanekaragaman hayati, dan Pengembangan Masyarakat.

    Seiring perjalanan waktu, infrastuktur PROPER berkembang, ditandai peningkatan lebih dari 10 kali lipat dari jumlah perusahaan yang diawasi dari 187 menjadi 1908 perusahaan. Hal ini berhasil dicapai karena adanya dukungan dari petugas pengawas PROPER serta tim ahli. Sebagian besar pengawas berasal dari provinsi (89 %) dan sisanya berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup. Keterlibatan provinsi telah dimulai sejak tahun 2010, awalnya dimulai dengan kerjasama 8 provinsi. Ketika pada tahun 2011 jumlah perusahaan yang diawasi menembus angka psikologis 1000, dukungan provinsi semakin meluas yang ditandai dengan kerjasama 22 provinsi. Melalui mekanisme dekonsentrasi PROPER. Pada tahun 2014, provinsi yang terlibat dalam pengawasan mencapai 30 provinsi yang mengawasi 57% perusahaan.

    Penghargaan PROPER dinilai dari kinerja perusahaan dalam Pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup; Penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup; dan Pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.  Kriteria penilaian PROPER yang terdiri atas:

    • Kriteria ketaatan yang digunakan untuk pemeringkatan biru, merah, dan hitam
    • Kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) untuk pemeringkatan Hijau dan Emas.

    PROPER ditujukan untuk perusahaan sebagai berikut :

    1.  Wajib AMDAL

    2.  Produk orientasi eksport

    3.  Terdaftar dalam bursa

    4.  Produk/Jasa bersentuhan langsung dengan masyarakat

    5.  Menggunakan bahan baku limbah impor non B3

    6.  Menjadi perhatian masyarakat di lingkup regional dan nasional

    7.  Berlokasi di daerah yang beresiko terjadi pencemaran dan kerusakan lingkungan

    Penilaian Proper menitikberatkan pada beberapa aspek sebagai berikut :

    1.  Dokumen Lingkungan

    2.  Pengendalian Pencemaran Air

    3.  Pengendalian Pencemaran Udara

    4.  Pengelolaan Limbah B3

    5.  Pengendalian Kerusakan Lingkungan

     

    Pengendalian pencemaran air memiliki 6 Kriteria yaitu:

    1. Ketaatan Terhadap Izin
    2. Ketaatan Terhadap Titik Penaatan
    3. Ketaatan Terhadap Parameter Baku Mutu Air Limbah
    4. Ketaatan Terhadap Pelaporan Data Per Parameter
    5. Ketaatan Terhadap Pemenuhan Baku Mutu
    6. Ketaatan Terhadap Ketentuan Teknis

    Pada Kriteria ke lima yaitu Ketaatan terhadap baku mutu selain melihat hasil pengujian perusahaan, tim pengawas Proper juga mengambil sampel air limbah dari perusahaan sebagai data primer dengan melibatkan laboratorium yang terakreditasi dan teregistrasi. Perusahaan diperbolehkan untuk mengambil split sampel dan mengujinya menggunakan laboratorium eksternal sebagai pembanding.

    Berdasarkan PermenLH No. 03 tahun 2014, mekanisme PROPER dibagi dalam 2 kategori yaitu Penilaian ketaatan dan Penilaian lebih dari ketaatan (beyond compliance). Penilaian ketaatan dilaksanakan dengan tiga tahapan dimulai dengan tahapan persiapan yang dilakukan pada bulan Januari sampai Maret. Tahap persiapan PROPER meliputi:

    1. Pemilihan Usaha dan/atau kegiatan

    2. Penguatan kapasitas

    3. Sosialisasi

     

    Setelah persiapan, PROPER dilanjutkan dengan tahapan pengawasan yang dilakukan melalui verifikasi lapangan maupun evaluasi dokumen penilaian mandiri untuk mendapatkan peringkat ketaatan sementara perusahaan. Pelaksanaan inspeksi dilakukan terhadap 41 industri. Pelaksanaan inspeksi dilakukan bersama dengan BLH kabupaten/kota. Pada saat inspeksi ke industri dilakukan pengambilan sampel air limbah di titik penaatan dan dilakukan pengujian air limbah ke laboratorium yang terakreditasi.

    Setelah pengawasn/inpeksti tahap yang ketiga atau yang terakhir yaitu pasca inpeksi berupa Supervisi dan finalisasi peringkat. Kegiatan supervisi dilakukan untuk merakpitulasi hasil inspeksi dan menyusun draft hasil evaluasi kinerja penaatan PROPER sementara. Supervisi dilaksanakan pada akhir tahapan inspeksi lapangan. Finalisasi Raport PROPER dilaksanakan setelah masa sanggah.

    Untuk menjamin akuntabilitas dan memenuhi azas keadilan, PROPER membuka kesempatan bagi perusahaan untuk melakukan sanggahan atas peringkat sementara hasil PROPER. Kemudian berdasarkan peringkat sementara perusahaan, dilakukan penilaian lebih dari ketaaatan (penilaian HIJAU dan EMAS), yaitu perusahaan yang memiliki kinerja penaatan sementara adalah BIRU 100% dan tidak memiliki temuan major dapat dicalonkan sebagai kandidat HIJAU PROPER.

    Terhadap calon kandidat HIJAU akan diterapkan pola screening berdasarkan nilai dokumen ringkasan pengelolaan lingkungan (DRKPL) untuk menyaring kandidat HIJAU PROPER. Kandidat HIJAU yang telah tersaring kemudian diperbandingkan nilai dokumen hijaunya dengan sektor sejenis, dengan ketentuan sebagai berikut :

    1. Nilai HIJAU percentile 25% terbaik per sektor dan telah memenuhi syarat konsistensi 3 tahun HIJAU menjadi kandidat EMAS.

    2. Nilai HIJAU percentile 25% - 75% per sektor mendapatkan peringkat HIJAU.

    3. Nilai HIJAU percentile < 25% per sektor kembali ke peringkat BIRU.

     

    Peserta PROPER Provinsi Banten pada periode 2015-2016 berjumlah 144. 12 perusahaan di awasi langsung oleh KLHK, 41 perusahaan di awasi oleh Provinsi dan 91 Perusahaan melakukan penilaian mandiri (self-assessment).

    Tahap persiapan pelaksanaan inspeksi dibagi menjadi Sosialisasi PROPER bagi industri dilaksanakan pada tanggal 25 April 2016 di Hotel Ledian Kota Serang Banten; dan Peningkatan Pengawas PROPER Kabupaten/kota dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 20 Mei 2016 di Hotel Horison Kabupten Serang Banten. Tahap Inspeksi Inspeksi Lapangan dilaksanakan pada bulan 23 Mei – 25 Juli 2016. Tahap Pasca Inspeksi dibagi menjadi Supervisi yang dilaksanakan pada tanggal 18– 22 Juli 2016 di Kabupaten Badung  Bali; dan Pembahasan Raport final PROPER Provinsi dilaksanakan pada tanggal 24 – 28 Oktober 2016 di Hotel Novotel, Batam.

    Hasil finalisasi peringkat di Bali, peringkat sementara 41 perusahaan yang kewenangan Provinsi Banten yaitu 37 biru dan 4 merah.


    Jadwal Sholat


    Prakiraan Cuaca


    Twitter


    Facebook


    Tentang Kami


    Peta


    Statistik Kunjungan


    Kritik dan Saran